Kumo Desu ga, Nani ka? V1, Chapter 1

Kumo Desu ga, Nani ka? V1, Chapter 1
Dagruel
Kumo Desu ga, Nani ka? V1, Chapter 1
Kumo Desu ga, Nani ka? V1, Chapter 1
Kumo Desu ga, Nani ka? V1, Chapter 1

Suatu hari, di dunia lain terjadi pertempuran pertempurang yang tidak ada habis nya antara Pahlawan dan Raja iblis.

Selama pertempuran, Sihir "Ruang Waktu" di lepaskan dan meledak dalam ruangan kelas tertentu di sekolah menengah Jepang.

Sihir tersebut menyerang semua orang di dalam kelas, dan mereka semua mati dalam sekejap.

Jiwa para korban tersebar ke dunia lain, dan masing-masing di lahirkan kembali dengan kehidupan baru.

Di mulai dengan BANG

Gwaaaaah!

Aku mencoba berteriak, tapi aku tidak bisa mengendalikan erangan dengan baik.

Apa tubuhku kacau seperti itu.

Oke, tenang.

Aku tidak merasakan sakit.

Hal terakhir yang aku ingat hanya serangan mendadak dan penderitaan di tengah-tengah kelas Sastra Klasik.

Aku pingsan mungkin karena itu, tapi tidak ada bagian tubuhku yang terluka saat ini.

Bahkan ketika aku membuka mata, semuanya gelap gulita. aku tidak tahu di mana tempat ini.

Juga, aku hampir tidak dapat bergerak sama sekali, seperti ada yang melilit tubuhku.

Tidak secara hipotesis. Seperti, aku benar-benar tau. Bahwa aku terikat pada sesuatu, beberapa materi yang sulit tetapi dapat di capai.

Aku hanya bisa mendengar suara gemersik dari luar.

Oke, apa yang terjadi di sini? apa aku di culik?

Tidak, mari berpikir secara nyata.

Apa yang di pikirkan dari orang yang menculik seorang gadis sepertiku.

Yah, terlepas dari sebarapa samar situasi ini aku hanya perlu melarikan diri.

Saat itulah aku mendengar suara CRACK dengan keras.

Oh-ho! Ketika aku mendorong tubuhku ke benda yang menutupiku, itu mulai pecah.

Baiklah, saatnya menyelesaikan pekerjaan dan keluar dari sini!

Menempatkan lebih banyak ke dalamnya, aku menerobos masuk, merogoh kepala lebih dulu. Kebebasan yang manis!

Pemandangan di depan mataku penuh dengan laba-laba.

Apaaa?! Kenapaaa?!Kyaaa?!

Ada apa dengan denga pasukan laba-laba ini?! Ano, permisi, tapi mengapa mereka semua sebesar diriku?! Oh kotor, lebih banyk dari mereka terus muncul dari benda yang nampak seperti telur! Itukah penyebab suara gemersik.

Secara naluriah, aku menjauh. Kakiku menabarak sesuatu, dan sambil berbalik untuk melihatnya. Hmmmm?

Apa ini? Tempat aku merangkak keluar tadi? Uh... Kenapa itu menyerupai telur dari pasukan laba-laba ini? Tidak, itu tidak hanya terlihat sama, benda ini sama, bukan?

Aku melihat ke bawah pada tubuhku dengan hati-hati. Leherku bahkan tidak bergerak, meski begitu, di ujung penglihatan, aku bisa melihat apa yang tampak seperki kakiku.

.....Kaki laba-laba.

Oooooke, Jangan Panic!!!

Part 2

Ini bukan seperti yang aku pikirkan, kan?! Apa itu? Hal online yang super populer?!

Tidak! Tidak nyata!

Ini tidak mungkin terjadi, bukan? Tolong, katakan itu tidak terjadi!

Aku melirik lagi. Ada kaki kurus , seperti halnya laba-laba yang menggeliat di sekitarku.

Berkonsentrasi, aku mencoba memindahkan mereka. Dan bergerak sesuai keinginan.

Ya. Aku harus menghadapi Fakta.

Rupanya, aku telah berinkarnasi menjadi laba-laba.

Tidak nyata.

Tetapi. tepat ketika aku ingin istirahat, aku mendengar suara berdetak. Yang mengganggu, sebenarnya.

Hmm.

Tidak ada gunanya bagiku untuk mengabaikan kenyataan. Tepat di depanku adalah pasukan laba-laba yang sangat besar, mungkin saudara saudari ku. Suara Apapun itu, mungkin berasal dari mereka.

Perlahan aku membawa diriku untuk menjauh. Di sana salah satu laba-laba ribut Melahap temannya.

Aaaack! Apa yang mereka ini lakukan?! Serius, saling makan satu sama lain?! Kanibalisme?!

Seketika aku melihat, saudara-saudaraku memulai pertumpahan darah dalam persaingan sengit untuk bertahan hidup.

Tidak tidak tidak tidak! Ini buruk!

Mengapa kita harus saling bunuh seperti ini, saudara-saudaraku?! Ah, Benar 'Untuk Makanan'. Kurasa mereka lapar. Omong-omong, aku bisa menggunakan sesuatu untuk makan.

HAH?! itu pemikiran yang menakutkan.

Realitas menjauh dariku sejenak. Di medan perang ini, seorang gadis sekolah menengah yang tidak bersalah sepertiku menjadi mangsa untuk pria jahat dalam sekejap! Secara metaforis dan harfiah!

Seperti menerima panggilan untuk berlari menuju ke neraka.

Perkelahian? Tidak terjadi.

Aku di lahirkan secara alami. Tidak mungkin aku menantang sesuatu yang kasar dan kejam. Ah. Aku hanya ingat bahwa itulah aku sekarang.

Baik.

Daripada membuang-buang waktu memikirkan hal bodoh. Kupiki lebih baik bergerak. Namun sudah terlambat untuk itu. Tanah bergemuruh di bawah kakiku. Sekarang apa?! Suara dan getaran datang dari belakang. Berbalik, aku melihat laba-laba Raksasa yang sangat besar.

Ooh, apa kamu ibu? Atau mungkin Ayah?

Masa Bodoh.

Aku bingung. Tapi, sungguh - mengapa ini begitu besar?! Archnid raksasa ini berukuran pulahan kali lipat dariku.

Part 3

Apa aku salah ingat, tapi aku merasa cukup yakin bahwa tidak ada laba-laba sebesar ini di bumi.

Ah.

Mother Kumoko
Dagruel

Dengan sekejap raksasa ini menusuk mangsa sejenisnya yang lebih kecil lalu melahapnya.

Seperti sedang menikmati makanan ringan.

Et tu, Ibu...?!

Baiklah, aku akan memikirkan ini nanti, Untuk saat ini, satu-satu nya tujuanku adalah keluar dari sini dengan aman dan mencoba untuk bertahan.

Aku Melarikan diri dengan kecepatan penuh. Hanya ketika aku lelah dan hampir tidak dapat bergerak barulah aku tenang. Untungnya, ketika aku berbalik untuk memeriksa, Tidak ada yang mengejarku.

Oof, kupikir aku akan mati, baru saja hidup beberapa menit aku sudah hampir terbunuh.

Ngomong-ngomong ... Sekarang setelah aku sedikit sadar, ada banyak hal yang harus di pikirkan.

Pertama-tama, mengapa aku mati?

Sebenarnya, sekarang aku memikirkannya, aku tidak perlu tahu bahwa hidupku sudah berakhir.

Aku memutuskan bahwa diriku mati dan berinkarnasi menjadi laba-laba, tetapi aku tidak ingat pernah menendang ember.

Cukup yakin ingatan terakhirku adalah tentang Guru Sastra Klasik, yang kami panggil "Ms. Oka", sedang membacakan buku text dengan suara keras.

Aku sedikit tertidur karena di liputi dengan kesedihan, dan kemudian aku tidak memiliki ingatan apa yang terjadi sesudahnya.

Jika aku mati, mungkin karena rasa sakit misterius itu, tapi.

... Saya tidak tau apa penyebabnya.

Bagaimanapun, kesimpulan yang paling mungkin adalah bahwa aku mati dan berinkarnasi menjadi laba-laba.

Selain itu, mungkin aku masih hidup dan roh ku masuk kedalam tubuh laba-laba ini.

Seperti, mungkin tubuh asliku dalam keadaan vegetatif, berbaring di kasur rumah sakit sekarang.

Atau ini ide yang lebih gila lagi: Mungkin aku bukan aku yang sebenarnya, hanya orang asing yang kebetulan memiliki ingatan orang lain.

Mungkin aku yang sebenarnya sedang duduk di kelas seperti biasa, bahkan sekarang.

Baik.

Ini tidak seperti ada cara bagiku untuk mengetahui dengan pasti. Bagaimana aku membuktikan bahwa ini bukan aku yang sebenarnya.

Part 4

Aku akhirnya mengeluarkan omong kosong yang tidak dapat di mengerti seperti "Kupikir karena itu aku." dan sebagainya.

Selain itu, kesimpulan paling mungkin dari bukti adalah ide konyol bahwa aku telah berinkarnasi. jadi aku mungkin akan membuang akal sehat ke angin.

Bagimanapun, sisihkan semua itu untuk saat ini.

Dalam semangat "Kupikir karena itu aku ada" aku hanya menganggap diriku sebenarnya adalah diriku sendiri sampai dibuktikan sebaliknya.

Jadi ternyata, aku laba-laba sekarang, sudah pasti tidak dapat disangkal lagi.

Ketika aku melarikan diri, aku dapat melompat dengan cara yang tidak dapat di lakukan oleh manusia.

Jadi jika aku laba-laba, bagaimana dengan raksasa sebelumnya.

Hm..

Mengingat situasinya, mungkin itu salah satu dari orang tua ku? Aku tidak tahu secara spesifik biologi laba-laba, tetapi kupikir itu tidak lazim bagi hewan memakan anak-anak mereka.

Juga laba-laba yang lainpun jelas kanibalisme sejak lahir, jadi orang tua yang memakan anaknya sendiri tidak terlalu mengejutkan.

Jika laba-laba raksasa itu adalah salah satu orang tuaku, aku bertanya-tanya apakah aku akan sebesar itu suatu hari nanti.

Memikirkan hal tersebut membuat kepalaku sakit.

Oke, lupakan itu. Ayo kembali ke jalur semula.

Ayo lihat. Sungguh, ada satu hal yang secara khusus aku tutupi.

Secara khusus, fakta bahwa aku adalah monster.

Seluruh genre "inkarnasi" cukup populer di novel dan web sekarang, jadi kukira itu bukanlah ide asing lagi.

Menjadi inkarnasi sebagai monster, maksudku.

Jadi pertanyaannya adalah: Apakah aku adalah spesies yang normal di Bumi, atau ini bukanlah Bumi melainkan dunia pararel, tempat yang mana aku di lahirkan sebagai binatang buas.

Menilai laba-laba besar sebelumnya, tebakanku akan condong ke yang terakhir, tapi kemungkinan tingkat kesulitan untuk bertahan di sini menjadi tinggi.

Ini tidak bekerja, aku tidak punya cukup informasi untuk menguraikan apa yang sebenarnya terjadi.

Apakah ini Bumi atau tidak? Apakah aku monster atau laba-laba normal? Jika ini dunia yang berbeda, dunia macam apa ini?

Part 5

Ada segunung hal yang ingin aku ketahui, tapi aku tidak punya cara untuk mengetahuinya.

Ahh, kalau saja ini novel atau semacamnya, aku mungkin akan memiliki keterampilan penilaian yang akan membantuku untuk mengetahuinya.

[Jumlah Poin keterampilan yang di miliki saat ini: 100. Jumlah poin yang di butuhkan untuk memperoleh keterampilan "Appraisal LV 1" adalah 100. Apakah ingin memperoleh keterampilan?]

Wah Apa? ...Nyata? Suara mekanis yang sama sekali tanpa emosi tiba-tiba bergema di pikiranku. Itu mengejutkan.

Pertama, aku mendengar suara.

Kedua, bahwa "Keterampilan" ini ada di sini.

Jelas, tidak ada sistem keterampilan seperti itu di Bumi, dan aku belum pernah mendengar suara-suara yang mengumumkan hal itu di kepala ku sekarang.

Jadi apakah itu berarti ini bukan Bumi? mungkin ya.

Kukira itu itu memberi aku teori bahwa "Aku Monster".

Menjadi monster di dunia pararel sepertinya adalah resep untuk menuju kematian, tapi jangan pikirkan itu. Tidak, tidak, tidak.

Lebih penting lagi, ini sangat nyata. Keahlian penilaian sebenarnya ada! Woo-hoo! Sekarang mari kita bicara! Akhirnya ini mulai seperti kisah inkarnasi Fantasi yang tepat! Jelas, jawaban nya "YA!"

["Appraisal LV 1" di peroleh. Poin skill yang tersisa: 0.]

Rupanya itu menghabiskan semua poin skill ku, tapi aku memutuskan untuk tidak khawatir tentang itu saat ini.

Lupa! Tentang! Bahwa!

Sudah waktunya untuk menggunakan keterampilan Appraisal baru untuk memeriksa informasi dari lingkungan ini.

Aku mengambil batu terdekat secara acak, mencoba berpikir "Menilai" ketika aku fokus padanya.

Berhasil! Informasi mengalir dengan lancar ke pikiranku.

[Stone]

...Hmm? Tunggu apa? Itu saja?

Tidak tidak tidak.

Itu tidak benar, bukan? Aku mungkin hanya gagal karena ini adalah pertama kalinya. Biarkan aku mencoba lagi.

[Stone]

...Hah? Apakah itu serius?

Tidak tidak tidak.

Pasti batu ini tidak memiliki informasi berharga karena itu hanya batu biasa! Kali ini, aku putuskan untuk menguji pada dinding. Mungkin itu akan memberitahuku sesuaatu tentang tempatku berada.

Jika aku bisa mendapatkan nama daerah seperti "Gua ini-dan-Seperti" dan sedikit deskripsi atau sesuatu yang serupa, aku pasti merasa lebih baik.

[Wall]

.......Aku tidak akan mengatakan apa-apa.

Part 6

Aku seharusnya mempertimbangkan fakta bahwa nama skill "Appraisal LV 1", ada levelnya.

Untuk semua maksud dan tujuan, ini berarti keterampilan level-1 sama sekali tidak berguna.

Mungkin menaikkan level akan meningkatkannya, tapi semua poin skill sudah aku gunakan.

Argh! Aku tidak percaya aku menghancurkan segalanya demi kemampuan tidak berguna ini.

Aku tidak tau keterampilan apa yang tersedia, tetapi yang kutahu mungkin ada yang benar-benar berguna di level 1.

Tidak, aku harus melihatnya dengan cara lain. Jika ini adalah Penilaian di level 1, pasti keterampilan level-1 lainnya akan sama tidak efektifnya. Ya, mari kita lakukan itu. Kalau tidak, aku tidak akan bisa hidup dengan diriku sendiri.

Ugh. Tidak nyata.

Pada titik ini, kupikir bisa untuk menilai diri sendiri.

[Spider Nameless]

Hmm? Aku tahu itu akan mengatakan "Laba-Laba", tentu saja, tapi mengapa "Tanpa Nama"?

"Aku laba-laba. Sampai sekarang aku belum punya nama." Apa itu semacam Natsume Souseki?

Maksudku, aku punya nama dalam kehidupanku sebelumnnya, tapi kurasa aku tidak punya lagi, karena sekarang aku adalah laba-laba.

Aku lebih baik mengesampingkan keterampilan penilaian yang tidak berguna saat ini. Jika ada, itu hanya menambah jumlah misteri.

Seperti poin skill yang aku gunakan untuk mendapatakan skill Appraisal. Agaknya, aku bisa mendapatkan lebih banyak keterampilan dengan menghemat lebih banyak poin. Meski aku masih belum tau cara mendapatkannya.

Di antara Level, Skill dan Poin skill, dunia ini terasa seperti Video Game.

Maksudku, itu bisa jadi sangat menyenangkan.

Meski aku tidak tau, apakah aku mampu bersenang-senang saat ini.

Masa Bodo. aku mulai lapar.

Tidak ada gunanya berkeliaran di tempat yang sama, jadi aku hanya perlu bergerak dan melihati apa aku bisa menemukan sesuatu untuk di makan.

Aku pikir hanya perlu berjalan sebentar, tetapi gua ini sangat besar.

Ini semua relatif terhadap ukuranku, tetapi langit-langitnya sangat tinggi bahkan aku hampir tidak dapat melihat apa-apa, dan lebar nya juga tidak masuk akal.

Part 7

Setidaknya ada batuan Acak yang tersebar membantu memberikan sedikit variasi, tetapi tampaknya ini masih sangat luas untuk sebuah gua. Akhirnya aku menemekan jalan bercabang.

Memanjat ke batu yang cukup besar, aku mencoba menyipit di jalan setapak. Ada sesuatu di sana ...! Dari apa yang bisa kukatakan, itu adalah sekelompok monster yang berkeliaran.

[Deer] [Deer] [Deer] [Deer] [Deer] [Deer] [Deer] [Deer] [Bat] [Bat] [Bat] [Bat] [Bat] [Bat] [Bat] [Bat] [Bat][Wolf] [Wolf] [Wolf] [Wolf] [Wolf] [Wolf] [Wolf] [Wolf] [Wolf]

Aduh! Apakah itu migrain?! "Penilaian" Bodoh, karena ledakan informasi yang tiba-tiba itu membuat kepala ku sakit.

Maksudku, mereka memang terlihat seperti rusa, tapi aku tidak ingat bahwa rusa di duniaku memiliki tanduk yang mengkilap dan tampak tajam. Dan "Kelelawar" yang berkeliaran di udara tampak seperti tikus dengan sebuah sayap. Serigala, tampak normal kecuali dengan enam kaki nya itu.

Apa aku harus melewati ini? Ya benar. Aku hanya laba-laba yang baru lahir. Tingkat kesulitan nya terlalu tinggi.

Dengan diam-diam aku merangkak turun dari batu.

Jadi... Ada monster sungguhan. Ini bukanlah Bumi.

Belum lagi, jika Rusa dan Serigala tadi ukurannya sama dengan di bumi.

Jangan Pikirkan itu! Jangan Pikirkan itu!

Oke, sekarang bagaimana?

Di depan ada tantangan monster. Di belakang ada laba-laba sedang kanibalisme. Apakah ini nyata? Apa ini yang di sebut checkmate?

Baiklah, tolong tenanglah.

Kupikir hal semacam ini akan terjadi, jadi aku menyiapkan strategi alternatif untuk kesempatan ini.

Sebenarnya itu bukan sesuatu yang mewah. aku kebetulan menemukan jalan yang berbeda. Jalan samping yang lebih kecil karena tepat di sebelah yang besar ini, sebuah lubang kecil di dinding. Dengan sekitar 10 kaki disekitar, jadi jika aku masuk akan cocok tanpa masalah.

Catatan, aku masih perlu mencari makanan. Semoga aku akan menemukan jalan keluar dari gua ini juga.

Dengan itu di putuskan, saatnya keluar.

Keberangkatan yang penuh kemenangan ini seakan membawa perjalanan dengan baik, walau kenyataan nya bahwa aku akan segera tersesat.

Part 8

Hoo, nak. Bisakah aku mengatakan nya lagi? Gua ini terlalu besar, ada apa dengan labirin sebesar ini?

Mengapa ada begitu banyak jalur bercabang, ini cukup aneh.

Berapa banyak, kamu bertanya? Aku menyerah menghitung setelah melewati sepuluh kali.

Aku juga menghadapi beberapa monster, dan segera melarikan diri. saya benar-benar lupa dari mana saya berasal.

Ugh... Tidak nyata.

Jika aku ingin menjelajahi labirin ini, aku akan membutuhkan peta. Tidak mungkin aku akan menemukan jalan keluar pada tingkat ini.

Dan kemudian aku menemukan sesuatu yang benar-benar gila.

Ada jejak kaki di tanah. Jejak kaki manusia.

Aku dapat melihat dengan jelas jejak kaki ini. Yang artinya ada orang yang telah melewati tempat ini. Ini adalah bukti bahwa manusia ada dalam dunia ini. Pengungkapan besar yang membuatku sedikit emosional.

Tapi sekarang aku melihat sesuatu yang lebih mengkhawatirkan.

Tubuh ku lebih besar dari jejak kaki ini.

Menilai ukuran orang yang membuat jejak ini, tubuhku sendiri setidaknya seetinggi tiga kaki.

Nah, aku yakin ini hanya jejak kaki orang kerdil.

Pasti begitu! Ah-ha-ha!

... Tidak percaya ini. Tidak tidak.

Baiklah... Sekali lagi.

Jujur, aku mulai curiga saat melihat laba-laba raksasa itu sebelumnya. Tidak peduli bagaimana melihatnya tidak di ragukan lagi bahwa aku ini monster. Terima kasih banyak!

Ugh, aku sudah berusaha menghindarinya, tapi akhirnya aku harus menghadapi semua fakta ini.

Di lahirkan sebagai laba-laba saja sudah mengejutkan, tapi aku juga seorang monster.

Ini kacau. Begitu kacau sehingga beberapa orang mungkin putus asa dan mengakhiri semuanya. Aku jelas tidak mempertimbangkan kematian sendiri, tapi ini sedikit mengecewakan. Yah, tidak ada gunanya duduk-duduk dan merajuk.

Karena dunia ini berbeda dengan duniaku sebelumnya. Aku tidak tahu bahaya macam apa yang akan datang. Untuk satu hal, tidak ada jaminan bahwa tidak akan ada monster raksasa seperti laba-laba itu. Dan menurut ukuranku sendiri, benda itu pasti panjangnya sekitar seratus kaki.

Part 8

Apa manusia mampu mengalahkan makhluk seperti itu? Mungkin tidak, kan? Jika ada bos monster di sini, laba-laba raksasa itu pasti salah satu nya.

Kalau begitu, itu artinya membuatku menjadi keturunan bos monster.

Kedengaran sangat buruk, kan?

Sebenarnya, bukankah itu berarti bahwa jika aku bertemu seseorang, mereka akan mencoba membunuhku.

Ini mungkin. Sebenarnya, peluang bagus itulah yang akan terjadi.

Tiba-tiba, aku melihat sesuatu tergeletak di tanah dekat jejak kaki.

Apa itu?

Setelah melihat lebih dekat, aku mengenalinya sebagai laba-laba sisa yang telah di potong-potong.

Yap, spesies yang sama dengan saya.

Wow, Eksekusi yang bagus, ini mungkin perbuatan manusia.

Aku tidak suka ini, kemana ini pergi!

Jika ada manusia yang menemukanku, mereka pasti akan membunuhku.

Kumoko
Dagruel

Comments