Overlord Volume 14 Part#5

Peringatan Spoiler Overlord Volume 14

Kingdom yang tak berdaya dan perang yang tak terbantahkan

Overlord Volume 14 part#5 Ramposa III
Dagruel

Ramposa III

Ramposa III adalah Raja Kingdom yang sudah memimpin kurang lebih selama 41 tahun. Di masa kepemimpinannya tidak ada sesuatu yang special, tidak ada keberhasilan namun tidak ada kegagalan juga.

Ini terjadi karena Ramposa adalah Raja yang tidak berani mengambil resiko, dirinya selalu mengambil jalan tengah yang aman bagi semua orang.

Ini juga terjadi saat Sorcerer Kingdom, menyatakan perang pada Kingdom. Ramposa III berusaha mencari jalan tengah bagi kedua pihak agar peperangan ini tidak terjadi.

Namun dalam mencari jalan tengah itu, Ramposa menolak untuk melakukan hal yang sedikit merugikan kerajaannya meskipun hal itu mungkin dapat menghentikan peperangan.

Rencana Pamungkas Ramposa III

Dirinya, para Menteri dan Pangeran serta Putri di Kingdom mengetahui sedahsyat apa kekuatan militer Sorcerer Kingdom. Oleh karena itu mereka ingin menghindari peperangan itu bagaimanapun caranya.

Namun karena menolak cara yang akan sedikit merugikan Kerajaannya, Ramposa berdalih dia memiliki rencana pamungkas yang tidak merugikan siapapun.

Rencanya adalah menawarkan kepalanya pada Sorcerer Kingdom dengan balasan harus menarik pernyataan perang tersebut.

Ramposa juga bersedia mengganti Suplai Sorcerer Kingdom yang rusak karena diserang Baron Philip sebanyak 2x lipatnuya.

Ramposa pun menyampaikan rencana pamungkasnya itu pada Perdana Menteri Sorcerer Kingdom, Albedo.

Overlord Volume 14 Part#5 Cover LN Volume 14
Dagruel

saat mereka bertemu di istana Ro Lente di ibukota Kingdom dihadapan para Menteri, Bangsawan, serta Pangeran dan Putri Kingdom. Permintaan Ramposa pada Albedo itu tentu mengejutkan semua orang kecuali Albedo.

Overlord Volume 14 Part#5 Zanac
Dagruel

Pangeran Zanac

Pangeran Zanac, Putra mahkota Kingdom saat ini, menyarankan beberapa hal yang mungkin dapat mencegah peperangan itu pada sang ayah, Raja Ramposa III.

Saran Pertama adalah untuk membuat aliansi dengan kerajaan lain yang kontra dengan Sorcerer Kingdom seperti Argland Councii State.

Namun ternyata tidak ada satupun Kerajaan lain yang ingin berurusan dengan Sorcerer Kingdom apalagi secara militer.

Saran kedua adalah untuk menyerahkan kepala Baron Philip, pelaku yang memicu pernyataan perang ini, pada Sorcerer Kingdom.

Namun Ramposa III tidak ingin melakukan itu karena kasihan pada Philip yang dia anggap sebagai Bangsawan muda dan kemungkinan jika melakukan itu maka akan merusak citra keluarga Kerajaan di mata masyarakat.

Saran ketiga adalah untuk menyerah bersyarat pada Sorcerer Kingdom. Namun jelas, dengan segudang alasan Ramposa III menolak dengan keras saran terakhir dari Zanack ini.

Overlord Volume 14 Part#5 Ramposa III 1
Dagruel

Meskipun Zanack dan para Menteri lain sepertinya memiliki banyak saran lain, Ramposa III menghentikan mereka dan mengatakan jika dirinya memiliki cara sendiri yang tidak merugikan siapapun.

Cara yang Ramposa III rencanakan memang tidak akan merugikan siapapun kecuali dirinya sendiri. Ditambah sang Raja memiliki cadangan suplai pribadi yang lebih dari cukup untuk mengganti kerugian Sorcerer Kingdom.

Namun diluar dugaan, Perdana Menteri Albedo menolak rencana pamungkas Ramposa III. Albedo mengatakan Ramposa III telah salah memahami maksud dari Sorcerer Kingdom.

Overlord Volume 14 Part#5 Albedo
Dagruel

Dititik ini secara tidak langsung Albedo mengakui jika Sorcerer Kingdom memang sengaja membuat kejadian penyerangan Karavan itu sebagai alibi agar mereka dapat menyatakan perang pada Kingdom.

Dengan kata lain, dari awal tujuan utama Sorcerer Kingdom adalah memang untuk menjajah Kingdom. Apapun usaha Kingdom untuk menggagalkan perang itu akan menjadi sia-sia.

Ini semua terjadi karena kebijakan "Candy and Whip" milik Ainz.

https://www.instagram.com/overlordnity
https://overlordmaruyama.fandom.com/

Comments